10 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pertama Kali Masuk Kuliah

Kuliah tentu saja berbeda dengan saat sekolah menengah. Kalau saat sekolah menengah kita tertib waktu dengan jadwal yang ketat itu-itu saja setiap hari, saat kuliah di perguruan tinggi jadwal kuliah sangat bervariasi. Apalagi sekolah swasta yang dosennya masih mencomot dosen-dosen perguruan tinggi negeri seringkali jadwal kuliah malam pun harus dilakoni. Nah hal apa saja selain perbedaan kebiasaan yang berubah setelah masuk kuliah.

1. Rajin Masuk Kelas

Tentu saja, hari pertama masak langsung bolos. Ini merupakan hari menentukan untuk bertemu dengan teman-teman barumu dan tentu saja dosen-dosennya.

Usahakan jangan bolos, atau mangkir karena bagaimana pun juga hari pertama adalah awal dimana segala macam informasi perkuliahan yang penting bisa saja muncul. Jangan tergantung pada teman, apalagi kamu kan gak tau siapa saja teman-teman barumu. Jadi, jangan bolos, rajin masuk kelas. Umumnya juga mayoritas mata kuliah sangat mementingkan absensi, dan tandatangan absensi nggak selalu bisa “dititip” teman . Ingat kalian masih baru sama-sama dan tak tau siapa teman baikmu.

Rajin kuliah juga penting untuk masa selanjutnya karena hampir selalu ada hal berharga yang bisa diperoleh  di kelas, seperti bocoran kisi-kisi ujian, pembagian kelompok belajar, atau arahan tugas. Jangan selalu mengandalkan teman untuk info-info sampingan begini.

Yang lebih gawat, kadang dosen ngasih kuis mendadak yang nilainya sangat diperhitungkan. Nah lho!

2. Kenali diri mu lebih dalam lagi

Semester pertama adalah waktunya untuk menjelajahi dan menggali lebih dalam mengenai kepribadian diri sendiri. Apa passion, kelebihan dan tujuan hidup kamu bisa dengan melakukan kerja part time atau dll yang memicu diri untuk mengenali diri sendiri (introspeksi). Jika tidak bisa mengenali diri sendiri, susah juga untuk sukses dalam perjuanganmu kedepannya.

Ikutilah tes psikologi online gratis yang tersedia di internet, sering-seringlah konsultasi dengan ahli psiokologi pendidikan di kampusmu. Biasanya di kampus terdapat badan konsultasi mahasiswa yang siap menerima kegalauan dan curhat mahasiswa. Bahkan bagian yang penting tentu saja diskusi dengan orang tua mengenai keadaan kuliah dll.

3. Gaul dan Berorganisasilah

Semester awal kuliah memang tepat sebagai momentum untuk mengenal lebih jauh prodi dan tentu saja aktivitas kampus dimana kamu kuliah. Biasanya, banyak organisasi dan komunitas yang mulai open recruitment. Jangan sampai menyesal karena tidak memanfaatkan waktu pendaftaran ini! Jangan sampai jadi mahasiswa yang kuliah pulang kuliah pulang saja ya, mbosenin.

Nah tentu saja kamu akan banyak kesibukan kalau tidak mempersiapkan diri. Karena itu kita sendiri harus bisa mengelola waktu yang ada atau getting organized dengan memperhatikan poin-poin berikut :

  • Siapkan tempat atau folder, masing-masing untuk satu mata kuliah. Setiap mata kuliah biasanya sering bagi-bagi selebaran, seperti silabus dan fotokopian materi. Kadang selebaran ini berguna nantinya, jadi sebaiknya simpan dengan rapih di masing-masing folder yang sudah dinamai.
  • Simpan tugas-tugas paper yang sudah dinilai dan dikembalikan oleh dosen.
  • Gunakan planner atau agenda, entah yang berbentuk buku atau elektronik. Agenda elektronik (misalnya, aplikasi di smartphone) kayaknya lebih praktis ya, tapi buku agenda biasanya lebih awet dan accessible.
  • Rajin-rajin buat—dan cek—to-do list.
  • Manfaatkan kalender sebaik mungkin. Kalender biasa atau pun  kalender elektronik . Catat semua deadline tugas, tanggal ujian, jadwal dosen, dan hari libur.

 4. Jaga Kesehatan

Salah satu problem yang paling sering menimpa mahasiswa baru adalah jatuh sakit, bahkan sampai dirawat di RS karena terlau memforsir diri. Misalnya ada kuliah full dari pagi terus jam 3 ada rapat organisasi, lalu setelah rapat ada kegiatan lain. Sampai akhirnya fisik tidak mendukung dan jatuh sakit.

Bagi yang punya penyakit bawaan misalnya mag, siapkan obat mag dan bawa makanan pendukung misalnya biskuit dan roti saat kuliah maupun di tempat kos.

Jangan biasakan tidur malam apalagi sampai tidak makan. Juga jangan biasakan minum kopi karena ada tugas harus segera diselesaikan atau yang lainnya.

Trus atur keuangan untuk selalu bisa makan “benar”, jangan menggantungkan diri kepada junkfood, banyak makan sayur, banyak minum air putih, maksimalkan kegiatan di siang hari supaya nggak begadang, dan rajin-rajinlah olahraga misalnya jalan cepat, jogging sekitar kampus (buat yg dekat kampus) dan olahraga lainnya.

5. Kenali ada apa di Universitasmu

Di hari-hari awal kuliah, jelajahi seluruh kawasan universitasmu. Cari tahu lokasi dan sistem fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan perkuliahan (perpustakaan, computer centre, studio praktek, rektorat, markas BEM) maupun kebutuhan sehari-hari (warung makan, pujasera, pangkalan ojek, bank, gym, minimarket, klinik, tempat ibadah).

Jangan sampe deh telat kenal perpustakaan pusat, misalnya udah setahun kuliah baru masuk perpustakaan pusat. Rasanya nyesel banget jadi mahasiswa! So find out what facilities your university has to offer as soon as possible.

Walaupun mahasiswa/i baru, jangan segan-segan mengeksplor, ya. Jangan takut sama senior.

7. Amati & Petakan orang-orang di lingkungan sekitarmu

Sebagai anak baru, kamu harus mulai mengamati dan memetakan orang-orang yang ada di sekitarmu agar tidak salah pergaulan. Kamu akan dikelilingi banyak orang dari A sampai Z. Kenali dosen yang  killer, mana dosen yang santai. Mana teman yang serius kuliah dan mana yang kuliahnya cuman main-main saja. Kamu harus bisa memilih jaringan mana yang terbaik untuk dijaga dan diprioritaskan

8. Selesaikan Masalah Dengan Teman Sekamar

Teman sekamar di kos (kalau satu kamar kos berdua) , teman satu kos, ataupun asrama belum tentu cocok sama kamu. That’s okay! Nggak ada aturan yang bilang kamu harus sahabatan dengan teman sekamar, kok. Yang penting, kamu harus bisa bekerjasama untuk jangka waktu panjang.

Dari awal, tentukan batasan dan buat aturan, misalnya dalam hal pinjam-pinjaman barang dan jam tidur.

Kalau kamue merasakan sesuatu yang nggak sreg dengan teman sekamar, teman kos, atau teman kuliah, langsung bicarakan baik-baik dan cari solusinya. Jangan dipendam sampai meledak, apalagi kalau  sampai harus pindah kosan.

Jika sebelumnya kamu  nggak terbiasa sekamar atau dengan orang lain, anggap saja saat kamu kos sedang  latihan melatih kesabaran dan rasa toleransi.

8. Akrab Sama Dosen

Sama halnya dengan akrab sama senior, akrab sama dosen pun banyak sekali manfaatnya.

Samperin dosen saat mereka lagi santai di kantor atau seusai kelas, trus tanya segala hal yang pengen kamu tanyakan soal mata kuliah beliau, atau minta rekomendasi bacaan yang bisa bantu kamu memahami materi.

Dosen (kebanyakan) berbeda dengan guru sekolah. Mereka biasanya lebih terbuka. Dijamin, dosen lebih menghargai mahasiswa yang aktif-aktif-bawel-dikit daripada diem-diem-nilai-jeblok Dijamin!

9. Perluas Jaringanmu

Kamu harus sering-sering PDKT ke Dosen, Senior, staf kemahasiswaan, anak Pers, BEM kampus dll. Mereka adalah orang-orang prospektif yang bermanfaat sekali jika kamu kenal akrab dengan mereka. Jangan segan menikuti kegiatan kampus yang bermanfaat dan dapat memperluas jaringanmu.

10. Jadi Mandiri dan Proaktif

Tentunya, orangtua atau keluarga masih akan membantu kalau kamu terlibat masalah besar. Tapi di luar itu, kamu harus mandiri. Harus bisa atur makan, atur keuangan, atur waktu, jaga kesehatan, jaga keamanan, memecahkan masalah, bahkan cuci baju sendiri.

Yang paling penting, kamu nggak boleh lupa dengan peran utama kita sebagai mahasiswa/i. Mungkin kamu bayar mahal kuliah untuk mendapatkan gelar, tetapi gelar harus didukung dengan ilmu. Dan ketika sudah jadi mahasiswa, orangtua nggak akan menuntun kita dalam mencari ilmu tersebut. Maka jadilah mahasiswa yang proaktif and go get that knowledge!

Kira-kira itulah tip yang bermanfaat bagi kamu yang baru masuk kuliah.

Sumber :

  • http://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/10-hal-yang-penting-dilakukan-di-tahun-pertama-kuliahdan 
  • https://life.idntimes.com/education/ali-alghofiqi/8-poin-yang-wajib-dilakukan-mahasiswa-baru-di-semester-pertama
Iklan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *