Kerja

maukemana-bekerjaAda banyak pertimbangan ketika memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah tetapi langsung cari kerja. Alasan utama untuk kerja setelah melihat kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Atau karena keinginan sendiri agar segera mandiri secara ekonomi dan bisa membantu keluarga dan tentu saja mungkin bisa cepat-cepat diterima calon mertua.

Pertimbangan apa yang perlu menjadi perhatian ketika, mau tak mau, harus bekerja setelah SMA?

Keahlian

Bagi lulusan SMA atau yang sederajat, lapangan kerja yang tersedia sedikit sekali. Bahkan kalau ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil, nyaris tidak ada lagi kesempatan. Karena itu, perlu melihat lapangan kerja seperti apa yang menerima lulusan SMA/SMK.

Lulusan SMA selama ini dianggap tidak memiliki keterampilan lebih dibanding lulusan SMK. Data di Kemendikbud menunjukkan, serapan kerja lulusan SMK sebesar 85 persen (dari total 1.170.748 jumlah lulusan SMK pada 2014).

Sementara untuk lulusan SMA, angkanya jauh di bawah itu. Melihat fenomena tersebut, pihak Depdikbud berencana mempersiapkan program agar lulusan SMA bisa bersaing dalam dunia kerja, sama seperti jebolan SMK. Bentuknya adalah pemberian program tambahan keterampilan kepada siswa SMA setelah mereka merampungkan ujian nasional (unas).

Para siswa SMA yang tidak berencana meneruskan studi ke jenjang kuliah akan ditawari program keterampilan yang tersedia. Selanjutnya, mereka dididik selama beberapa bulan hingga masa sekolah rampung.

Mendikbud Anies Baswedan berencana merancang program unas tahun depan bisa diselenggarakan lebih awal, tidak di pengujung tahun pelajaran. Setelah mengikuti unas, siswa harus mendapat pembekalan tambahan itu. Kalau tahun ini hanya difokuskan untuk unas. Tahun depan akan lebih perhatian mau ke mana setelahnya. .

Program Mendikbud tersebut sejalan dengan analisis Bank Dunia. Menurut Bank Dunia, lahan pekerjaan bagi lulusan SMA sederajat semakin sempit dengan adanya fenomena tenaga kerja terdidik justru mengambil lahan pekerjaan kelompok tidak terampil.

Indikasi itu muncul dari data BPS yang mencatat lulusan pendidikan tinggi baru 5 persen dari total angkatan kerja. Jadi dewasa ini mayoritas pasar buruh diisi alumnus pendidikan dasar dan menengah.

Bank Dunia juga menyebutkan, sekitar 20 persen lulusan SMA saat ini rela bekerja di sektor tanpa keterampilan, 65 persen semiskilled. Fenomena tersebut imbas dari kegagalan lulusan pendidikan tinggi, khususnya para sarjana, yang juga menganggur dan akhirnya mengambil jatah lulusan SMA.

Lowongan Kerja Bagi Lulusan SMA

Lalu apakah lowongan kerja lulusan SMA sudah begitu sulit? Tentu saja masih ada. Biasanya yang masih menerima adalah di perusahaan swasta untuk posisi Customer Service, Office Boy, Cleaning Service, dan Administrasi.

Bagi lulusan SMK, biasanya lapangan kerja yang ada berhubungan dengan jurusan SMK-nya. Contohnya lulusan SMK Otomotif dapat bekerja di bengkel-bengkel motor atau mobil. Saat ini sudah ada informasi lowongan kerja untuk pelajar maupun mahasiswa, silahkan kunjungi situsnya.

Alternatif lain adalah menciptakan lapangan kerja sendiri alias menjadi wirausaha. Misalnya berdagang atau kalau sudah mahir pada satu ketrampilan misalnya memasak bisa buka warung kuliner, atau trampil otomotif bisa saja membuka bengkel.

Nah kalau sudah yakin ingin kerja saja, bagaimana cara paling mudah mencari kerja di zaman internet ini? Silahkan klik pranala ini.