Kuliah

Kuliah merupakan pilihan yang banyak diminati setelah lulus SMA maupun SMU dan lulusan yang sederajat. Pada kenyataannya daya tampung perguruan tinggi (PT) di Indonesia masih belum optimal. Saat ini sekitar 60 % lulusan SMA dan yang sederajat melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Daya tampung PT negeri saat ini sekitar 250 ribu saja, sedangkan PT swasta 1,1 juta orang. Jadi, sebelum masuk kuliah, memilih univesitas, jurusan, dll. sejak SMA buat rencana, akan kuliah dimana, di universitas apa, di jurusan apa.

Memilih untuk kuliah, pastinya tidak mudah. Bagaimana caranya ?

Pertamax

Pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang ada pada kita. Baik kemampuan teknis/otak maupun keuangan keluarga. Tidak perlu ikut-ikutan teman, karena teman dekatnya masuk ke Fakultas Komunikasi, jadi ingin kuliah di komunikasi, teman mau jadi dokter, ingin ikut kuliah Kedokteran. Padahal belum tentu itu jurusan yang cocok. Bisa saja Anda lebih suka menggambar atau mengutak-atik komputer. Makanya, jangan takut untuk memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minat.

Bila Anda belum mengetahui apa yang menjadi minat dan kemampuannya, mungkin dapat dibantu dari meminta pendapat guru ataupun dari Tes Bakat Minat yang disedikan oleh Lembaga Psikologi Terapan atau Biro Psikologi. Atau tanyakan ke Ayah atau Ibu adakah kenalan atau konsultan yang bisa menguji minat dan bakat Anda.

Kedua

Setelah menentukan jurusan yang paling diminati, cari tahu universitas atau institut apa yang menyediakan jurusan yang kita inginkan.  Pertimbangkan kualitas Perguruan Tinggi yang akan dimasuki, bagaimana akreditasinya, berapa biaya perkuliahan, mutu dosen-dosennya, bagaimana lingkungan kampusnya, fasilitasnya, citranya di mata masyarakat.

Kunjungi situs web perguruan tinggi yang bersangkutan untuk mengenal lebih jauh apa saja yang disediakan perguruan tinggi tersebut. Tanya-tanya kalau kebetulan ada kenalan, kakak, atau saudara yang sudah kuliah di PT tersebut. Tanyakan bagaimana perkuliahannya, berapa biayanya, bagaimana kondisi kos disana, dll. Perlu diperhatikan di Indonesia ada PT favorit, sedang dan kurang diminati. Kalau memang kuatir masuk ke PT favorit banyak saingan, bisa dipilih PT yang kurang favorit dimana persaingannya kurang ketat dan peluang diterima lebih besar.

cari-kerja

Ketiga

Jalur pendidikan yang diminati. Indonesia mengenal jalur pendidikan diploma dan pendidikan sarjana. Pendidikan Diploma biasanya fokus pada keahlian (skill), jadi lebih banyak mengasah ketrampilan kerja dan biasanya lebih siap pakai ketika terjun ke dunia kerja nantinya. Pendidikan sarjana (S1) fokus pada pengembangan keilmuannya, jadi akan lebih banyak mikir dan menganalisa konsep. Umumnya, lulusan perguruan tinggi tidak sepenuhnya siap bekerja di perusahaan tetapi akan melalui serangkaian pelatihan dulu dari perusahaan ybs.

Keempat

Biaya kuliah, untuk hal ini perlu diperhitungkan sumber daya, apakah dari orangtua, beasiswa, atau membiayai sendiri. Tentunya hal ini perlu dibicarakan dengan orang tua.

Kelima

Lokasi universitas yang kita pilih.  Apakah akan kuliah diluar kota atau di dalam kota, atau apakah tetap tinggal dengan orangtua atau pergi merantau. Mungkin saja jurusan atau universitas yang diinginkan tidak terdapat di kota tempat tinggal,  sehingga mau tak mau harus merantau. Misalnya, kita ingin sekolah seni yang bagus. Sekolah seni itu ada di ITB Bandung yaitu Jurusan Seni Rupa atau Institut Seni Indonesia di Yogyakarta. Karena minat yang kuat di bidang seni mau tak mau Anda pergi ke Bandung atau ke Yogyakarta.