Nikah

nikah2

Di beberapa daerah di Indonesia, masih sering kita jumpai bahwa anak-anak perempuan tamat SMA hanya menunggu ‘dilamar’. Namun, tentunya menikah bukanlah pilihan yang bijaksana, karena menikah menuntut kematangan emosi, sosial, psikologis mengingat tanggungjawab yang akan dipikul sebagai individu yang menikah juga akan besar sekali.

Tapi apa boleh buat, kalau memang diniatkan menunggu dilamar oleh sang kekasih hati mungkin menikah jadi pilihan juga. Tapi, selama masa menunggu dilamar ada baiknya juga tidak menyia-nyiakan waktu yang kita miliki. Waktu adalah modal yang tidak bisa dikembalikan. Jadi, lakukan aktivitas positif yang bisa meningkatkan ketrampilan sebagai calon ibu rumah tangga. Jangan sampai calon suami merasa ragu menikahi Anda karena tidak ada ketrampilan yang memadai untuk mengurus keluarga. Perhatikan kalau suami Anda pun mungkin menilai kelayakan Anda sekedar istri dan ibu rumah tangga bukan sekedar cinta buta.

Ketrampilan apa yang perlu diasah selama menunggu di lamar? Ada banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan. Misalnya membantu aktivitas ibu di rumah. Belajar meningkatkan kemampuan memasak, merapikan baju, mencuci baju, atau meningkatkan ketrampilan khusus tertentu seperti menjahit fashion, menulis, melukis, dll. Jangan sia-siakan waktu yang ada untuk bergunjing, main kesana kemari tanpa tujuan, atau terpaku di layar kaca.