Wirausaha

maukemana-wirausaha-kreatifBelakangan ini, wirausaha atau entrepreneurship menjadi topik-topik penting di banyak negara. Dengan meningkatnya kemajuan teknologi internet dan pendukungnya, jutaan orang saat ini berusaha membuat usaha-usaha baru dan muncul sebagai pengusaha abad dijital.

Pendidikan Kewirausahaan

Di negara kita, lulus sekolah terus berwirausaha alias  punya bisnis sendiri masih jarang dan kurang diminati. Nampaknya ada rasa takut tersendiri ketika orang membayangkan jadi wirausaha atau pedagang.

Praktisi entrepreneurship Jaya Setiabudi, pendiri Young Entrepreneur Academy (YEA) menjelaskan, seharusnya program pemerintah tidak sekadar mendorong lulusannya bisa terserap sebagai pekerja di dunia industri. Namun, lulusan SMA sederajat juga harus didorong mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri.

Masalahnya, kurikulum pendidikan menengah atas di Indonesia belum mampu mendorong lulusannya memiliki kemampuan sebagai seorang wirausahawan. Lulusan SMK memang secara skill banyak yang mumpuni. Namun, mindset atau pola pikir mereka masih sebagai seorang pekerja, bukan pengusaha.

maukemana-wirausaha-mindmap

Dari pengalamannya menjadi pembicara, Jaya Setiabudi melihat kurikulum wirausaha di SMA sederajat hanya teori. Kebanyakan pengajarnya juga diambilkan dari guru sekolah tersebut, bukan praktisi yang kenyang pengalaman.

Jaya memberikan saran agar penilaian tingkat kelulusan diubah. Bukan lagi sekadar berdasar penilaian hasil-hasil tes tulis, tapi juga dari penilaian praktek siswa bersangkutan. Misalnya, untuk pelajaran wirausaha, seharusnya ada penilaian dari omzet yang mereka capai. Bukan hanya penilaian dari hasil tes-tes teori.

Karena itu, penulis sejumlah buku entrepreneurship tersebut mendorong pemerintah tak sekadar membuat program untuk kesiapan kerja bagi lulusan SMA sederajat. Namun, juga ada program-program yang menciptakan mindset bahwa lulusan SMA sederajat mampu menjadi pengusaha.

Wirausaha Setelah Lulus SMA

Ini bukan hal yang tidak mungkin dilakukan. Umumnya, orang mengira bahwa menjadi wirausaha atau pedagang karena  orangtua juga berwirausaha. Di kalangan Tionghoa misalnya, berwirausaha sebagai pedagang nyaris seperti warisan keluarga turun-temurun. Walaupun hari ini banyak juga yang berprofesi lain sesuai dengan minatnya. Pada dasarnya berwirausaha bisa dilakukan oleh semua orang. Wirausaha prinsip dasarnya membangun jaringan, pertemanan, kemitraan atau dalam suatu hadis Nabi Muhammad SAW yang pernah menjadi pedagang adalah silaturahmi. Karena itu bagi yang supel dalam pergaulan dan banyak teman, potensi dasar untuk menjadi wirausaha sebenarnya sudah ada. Meskipun begitu, sebagian besar orangtua (bahkan calon mertua) berharap anaknya jadi pekerja karena ada kepastian penghasilan dibanding wirausaha atau pedagang yang sering nampak seperti tergantung pada kemujuran.

maukemana-wirausaha-kreatif-3

Hari ini, dengan fasilitas teknologi yang makin pesat, anak-anak muda sebenarnya dapat melakukan banyak hal. Misalnya, berbasis hobi dapat dibangun bisnis yang menjanjikan kalau ditekuni. Jadi, bagi anak muda seusia lepas SMA jangan remehkan hobi selain lingkaran pergaulan.

Silaturahmi : Modal Utama Berwirausaha

Berwirausaha memang memerlukan modal. Seperti disebutkan sebelumnya, modal utama sebenarnya silaturahmi. Ini bisa jadi modal paling besar. Selain itu, ada semacam mitos yang sering membuat kita mundur untuk mencoba berusaha yaitu uang sebagai modal. Padahal uang bukan modal utama. Modal kedua yang diperlukan adalah kepercayaan atau Trust. Kemudian modal yang lebih penting lagi adalah adanya daya  1 M yaitu MAU. Maksudnya, kalau ada kemauan pasti ada jalan. Modal uang bisa dicari dari keluarga sendiri atau pinjam sana sini. Tidak semua usaha perlu modal uang besar untuk memulainya. Jadi, dengan jaringan silaturahmi dan kepercayaan sebagai modal utama maka memulai berusaha bukan sesuatu yang sulit.

Usaha Yang Cocok Untuk Lulusan SMA

Lalu usaha apa yang cocok untuk yang baru lulus SMA, SMU, SMK atau yang sederajat? Buka usaha bisa disesuaikan dengan minat atau hobi yang kita miliki. Mungkin yang suka ngoprek motor bisa buka bengkel. Anda yang biasa main komputer dan main internet bisa bikin warnet dan game online, buka distro, kios pulsa, cafe atau warung makan, yang lulusan pesantren dan menguasai Bahasa Arab bisa buka les privat Bahasa Arab atau mengaji Al Qur’an, dan sebagainya.

Jadi pengusaha harus bangga karena pengusaha atau wirausahawan termasuk pekerja mandiri dan butuh kemauan, keuletan, konsistensi, dan komitmen yang lebih kuat ketimbang sekedar jadi pekerja atau karyawan. Kalau menurut bahasa Agama, menjadi pengusaha itu butuh istikamah.

Ok, nah ini dia beberapa bisnis yang bisa dijalankan semasa SMA maupun setelah lulus SMA.